Pendahuluan
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ قَالَ:
الْعُمْرَةُ إِلَى الْعُمْرَةِ كَفَّارَةٌ لِمَا بَيْنَهُمَا، وَالْحَجُّ الْمَبْرُورُ لَيْسَ لَهُ جَزَاءٌ إِلَّا الْجَنَّةُ
Al-‘umratu ilal-‘umrati kaffāratun limā bainahumā, wal-hajjul-mabrūru laisa lahu jazā’un illal-jannah.
“Umrah yang satu ke umrah berikutnya menjadi penghapus dosa di antara keduanya, dan haji yang mabrur tidak ada balasan baginya kecuali surga.”
(HR. Al-Bukhari No. 1773 dan Muslim No. 1349).
Ibadah umrah merupakan salah satu ibadah yang sangat dirindukan oleh kaum Muslimin. Berkesempatan mengunjungi Baitullah, melihat Ka’bah secara langsung, dan beribadah di Tanah Suci adalah nikmat yang patut disyukuri.
Bagi sebagian orang, umrah adalah pengalaman pertama yang mungkin menimbulkan berbagai pertanyaan. Apa saja yang harus dipersiapkan? Bagaimana tata cara umrah? Apa saja rukun dan larangannya?
Artikel ini hadir sebagai panduan singkat untuk membantu calon jamaah memahami ibadah umrah dengan lebih baik.
Apa Itu Umrah?
وَأَتِمُّوا الْحَجَّ وَالْعُمْرَةَ لِلَّهِ
Wa atimmul hajja wal-‘umrata lillāh.
“Dan sempurnakanlah ibadah haji dan umrah karena Allah.”
(QS. Al-Baqarah ayat 196).
Umrah adalah ibadah yang dilakukan dengan mengunjungi Baitullah dan melaksanakan serangkaian amalan tertentu sesuai syariat Islam.
Berbeda dengan ibadah haji yang memiliki waktu tertentu, umrah dapat dilaksanakan kapan saja sepanjang tahun, kecuali pada waktu-waktu yang ditentukan oleh ketentuan pemerintah dan pengelola ibadah haji serta umrah.
Umrah sering disebut sebagai ibadah yang dapat menjadi sarana mendekatkan diri kepada Allah Subḥānahu Wa Ta’ālāT dan memperkuat keimanan.
Persiapan Sebelum Berangkat Umrah
1. Meluruskan Niat
إِنَّمَا الْأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ
Innamal a‘mālu bin-niyyāt.
“Sesungguhnya setiap amal tergantung pada niatnya.”
(HR. Al-Bukhari No. 1 dan Muslim No. 1907).
Niat merupakan dasar dari setiap amal ibadah. Berangkat umrah hendaknya semata-mata mengharap ridha Allah Subḥānahu Wa Ta’ālā.
2. Mempelajari Tata Cara Umrah
Calon jamaah sebaiknya memahami rukun, wajib, sunnah, dan adab-adab dalam berumrah agar dapat melaksanakan ibadah dengan tenang dan yakin.
3. Menjaga Kesehatan
وَتَزَوَّدُوا فَإِنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوَى
Wa tazawwadu fa inna khairaz-zādi at-taqwā.
“Berbekallah, dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa.”
Ibadah umrah membutuhkan kondisi fisik yang baik. Menjaga pola makan, olahraga ringan, dan istirahat yang cukup menjadi bagian dari ikhtiar.
(QS. Al-Baqarah ayat 197).
4. Menyiapkan Dokumen Perjalanan
Pastikan paspor, visa, tiket perjalanan, dan dokumen penting lainnya telah dipersiapkan dengan baik.
5. Memperbanyak Doa dan Istighfar
Persiapan spiritual tidak kalah penting dibandingkan persiapan fisik. Memperbanyak doa, dzikir, dan istighfar dapat membantu menenangkan hati.
Rukun Umrah
Rukun umrah adalah amalan yang harus dilaksanakan dan tidak boleh ditinggalkan.
1. Ihram
Ihram dimulai dengan niat umrah dari miqat yang telah ditentukan.
Pada saat ihram, jamaah wajib menjaga diri dari hal-hal yang menjadi larangan ihram.
2. Tawaf
وَلْيَطَّوَّفُوا بِالْبَيْتِ الْعَتِيقِ
Walyat-thawwafū bil-baitil-‘atīq.
“Dan hendaklah mereka melakukan tawaf sekeliling rumah tua itu (Ka’bah).”
(QS. Al-Hajj ayat 29).
Tawaf dilakukan dengan mengelilingi Ka’bah sebanyak tujuh putaran berlawanan arah jarum jam.
Tawaf menjadi salah satu momen yang sangat berkesan bagi jamaah karena berada di hadapan Baitullah.
3. Sa’i
إِنَّ الصَّفَا وَالْمَرْوَةَ مِنْ شَعَائِرِ اللَّهِ
Innaṣ-Ṣafā wal-Marwata min sya‘ā’irillāh.
“Sesungguhnya Shafa dan Marwah adalah sebagian dari syiar Allah.”
(QS. Al-Baqarah ayat 158).
Sa’i dilakukan dengan berjalan atau berlari kecil antara Bukit Shafa dan Marwah sebanyak tujuh kali.
Amalan ini mengenang perjuangan Siti Hajar dalam mencari air untuk Nabi Ismail AS.
4. Tahallul
Tahallul dilakukan dengan mencukur atau memotong sebagian rambut sebagai tanda berakhirnya rangkaian ibadah umrah.
Adab Selama Berada di Tanah Suci
فَلَا رَفَثَ وَلَا فُسُوقَ وَلَا جِدَالَ فِي الْحَجِّ
Falā rafatsa wa lā fusūqa wa lā jidāla fil-hajj
“Maka tidak boleh berkata kotor, berbuat maksiat, dan berbantah-bantahan dalam mengerjakan haji.”
(QS. Al-Baqarah ayat 197).
Beberapa adab yang perlu diperhatikan antara lain:
- Menjaga akhlak dan kesabaran.
- Menghindari perdebatan yang tidak bermanfaat.
- Memperbanyak ibadah dan doa.
- Menghormati sesama jamaah.
- Menjaga kebersihan dan ketertiban.
Hikmah Ibadah Umrah
Umrah bukan sekadar perjalanan fisik menuju Tanah Suci, tetapi juga perjalanan hati untuk mendekatkan diri kepada Allah Subḥānahu Wa Ta’ālā.
Melalui ibadah umrah, seorang Muslim belajar tentang:
- Keikhlasan.
- Kesabaran.
- Persaudaraan sesama umat Islam.
- Ketaatan kepada Allah Subḥānahu Wa Ta’ālā.
- Pentingnya memperbaiki diri.
Harapannya, sepulang dari umrah, nilai-nilai tersebut dapat terus diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.
Penutup
Umrah adalah ibadah yang penuh dengan hikmah dan keberkahan. Dengan persiapan yang baik, pemahaman yang benar, dan niat yang ikhlas, setiap jamaah diharapkan dapat menjalankan ibadah ini dengan tenang dan khusyuk.
Semoga Allah Subḥānahu Wa Ta’ālā memudahkan setiap langkah kaum Muslimin yang merindukan untuk menjadi tamu-Nya di Baitullah.
Aamiin Ya Rabbal ‘Alamiin.

